SEJARAH DESA PARIJATAHWETAN

  20 Maret 2017  |  DESA PARIJATAH WETAN

1 Sejarah Desa

Pada zaman dahulu sekitar tahun 1915 di wilayah Kabupaten Banyuwangi bagian tengah, tepatnya di selatan sungai Bomo jurusan Rogojampi-Genteng kilometer sebelas, terdapat daerah yang subur bernama PARIJATAH, yang penduduknya terdiri dari dua suku yaitu : Suku Jawa dan Suku Osing, suku Jawa sendiri berasal dari daerah Jogjakarta sedangkan suku Osing adalah penduduk pribumi. Karena daerah Parijatah merupakan daerah yang subur maka sebagian besar penduduk bermata pencaharian bertani yang mayoritas menanam Padi Ketan sebagai penghasilan utama. Padi Ketan sendiri sering dibuat kue yang dalam bahasa Jawa bernama Ketot atau Jadah. Nama Parijatah berasal dari dua suku kata yaitu Padi yang dalam bahasa Jawa berarti Pari dan Jadah yang dalam bahasa jawa bisa diartikan Jatah, sehingga digabung menjadi PARIJATAH.

Kemudian seiring dengan perkembangan zaman melihat luasnya wilayah Desa Parijatah dan banyaknya penduduk, maka pada tahun 1917 Desa Parijatah dipecah menjadi dua wilayah Desa yaitu : Desa Parijatahwetan, sebagai desa pecahan dan letaknya disebelah timur jalan raya. Sedangkan Desa induk diberi nama Desa Parijatah Kulon karena letaknya di sebelah Barat Jalan Raya.

Desa Parijatahwetan sebagai desa pecahan mempunyai dua pedukuhan yaitu Dukuh Melik dan Sumberjo. Jabatan Kepala Desa pertama di pegang oleh Bapak Rawi.

Demikian asal usul Desa Parijatahwetan yang dikutip dari keterangan para sesepuh dan tokoh masyarakat Desa Parijatahwetan yang sampai saat ini masih hidup.

Selanjutnya kami paparkan sejarah dan perkembangan Desa Parijatahwetan mulai dari kepemimpinan Kepala Desa pertama sampai keenam tanpa adanya proses pemilihan secara langsung.

1.   Bapak Rawi (1917-1920)

      Sebagai pemegang jabatan pertama kepala desa yang pertama dijabat oleh Bapak Rawi, Carik dijabat oleh Bapak Dolah untuk kamituwo dijabat oleh bapak Atak, bapak Mustakim dan Bapak Jahri sebagai Pembantu Kamituwo.

2.   Bapak H. Bajuri (1921-1926)

      Pada tahun 1920 Bapak Rawi meninggal dunia, sebagai penggantinya Jabatan Kepala Desa yang kedua dijabat oleh Bapak H. Bajuri, Carik dan kamituwo serta pembantunya tetap.

 

 

3.   Bapak Wirorejo (1926-1929)

      Kepala Desa Parijatahwetan yang ketiga dijabat oleh Bapak Wirorejo, Carik Bapak Wiro Sumarto, Kamituwo bapak wongso dan dinowo dijabat oleh bapak Karto. Pada tahun 1929-1930 terjadi kekosongan Jabatan Kepala Desa karena Bapak Wirorejo meninggalkan tugasnya sebagai Kepala Desa dan pergi ke Jogjakarta selama satu tahun.

4.   Bapak Wirajah (1930-1941)

      Karena adanya kekosongan jabatan Kepala Desa, atas prakarsa Tokoh Masyarakat Desa Parijatahwetan antara lain :

      1. Bapak Ronorejo

      2. Bapak Atmo Saman

      3. Bapak Amat Paikem

      4. Bapak Sarijo

      5. Bapak Arjo Sambi

      6. bapak Haji Usman

      Mengangkat Bapak Warijah sebagai Kepala Desa Parijatahwetan yang keempat. Sebenarnya Bapak Warijah sendiri bukan penduduk asli Desa Parijatahwetan melainkan penduduk Dukuh Sumberwangi Desa Wonosobo, selama kepemimpinya carik tetap dijabat oleh Bapak Wiro Sumarto, kamituwo Sumberjo dijabat oleh Bapak Dulgani, kamituwo Melik Bapak bajuri dan dibantu dua Dinowo yaitu Bapak Suwanah dan Bapak Mes.

5.   Bapak Wirorejo (1942-1946)

      Pada tahun 1941 Bapak Wirorejo kembali dari Jogjakarta dan diangkat kembali menjadi Kepala Desa yang kelima, Carik tetap Bapak Wiro Sumarto, kamituwo Sumberjo Bapak Dulgani, kamituwo Melik  dijabat oleh Bapak Bajuri dan dibantu dua Dinowo yaitu Bapak Suwanah, Bapak Mes dan Bapak Bajuri.

6.   Bapak Wiro Sumarto (1947-1955)

      Setelah Bapak Wirorejo meninggal dunia pada tahun 1946 maka sebagai penggantinya diangkat Bapak Wiro Sumarto sebagai Kepala Desa yang keenam, untuk jabatan Carik dijabat oleh Bapak Durahim, Kamituwo tetap dipegang oleh Bapak Dulgani yang dibantu oleh delapan Dinowo, yaitu :

      - Dukuh Sumberjo Kulon                    : Bapak Tasip

      - Dukuh Sumberjo Tengah      : Bapak Irik

      - Dukuh Sumberjo Wetan       : Bapak Suwanah

      - Dukuh Bongkoran Kulon     : Bapak Joyo Runding

      - Dukuh Bongkoran Wetan     : Bapak Supar

      - Dukuh Payaman                               : Bapak Mis

      - Dukuh Melik                         : Bapak Bajuri

Setelah Bapak Wiro Sumarto bernenti dari jabatan sebagai Kepala Desa pada tahun 1955, tapuk kepemimpinan diserahkan kepada Bapak Durrahim (Pjs. Kepala Desa) dari Tahun 1955-1959. Untuk jabatan carik sementara dipegang oleh Bapak Ismail, sedangkan susunan kerawat tidak berubah.

Pada tahun 1958 dilaksanakan Pemilihan Kepala Desa yang pertama kalinya bertempat di Dukuh Melik Wetan dan diikuti oleh eanm calon, yaitu :

      1. Bapak H. Sulaiman

      2. Bapak H. Thoyib

      3. Bapak Djaid

      4. Bapak Dolah Kasmin

      5. Bapak Sumarso

      6. Bapak Temon

Dari hasil pemilihan tersebut terpilih Bapak Djaid disebut juga Bapak H. Zaini sebagai Kepala Desa Parijatahwetan yang ketujuh. Untuk proses pelantikan sendiri baru dilaksanakan pada tahun 1960. Bapak H. Zaini menjadi sebagai kepala desa selama 36 tahun dari tahun 1960 sampai tahun 1988. Dalam masa pemerintahanya yang menjabat sebagai Carik adalah Bapak Syamsudin namun hanya berlangsung selama  setahun (1960-1961), kemudian jabatan ini diganti oleh Bapak Moch. Tohir dan sebagai Kamituwo Sumberjo adalah Bapak Dulgani dengan dibantu 6 Dinowo, antara lain :

- Dukuh Sumberjo Kulon  : Bapak Mistari

- Dukuh Sumberjo Tengah            : Bapak Adam

- Dukuh Sumberjo Wetan : Bapak Mujahin

- Dukuh Bongkoran Kulon           : Bapak Djumanu

- Dukuh Bongkoran Wetan           : Bapak Mujahin

- Dukuh Payaman             : Bapak Usman

Sedangkan untuk kamituwo Melik dijabat oleh Bapak Usman dengan dibantu satu Dinowo Persil  yaitu Bapak Ponirin. Pada tahun 1972 diganti oleh Bapak Sukardi sampai tahun 1987.

Pada masa pemerintahan Bapak H. Zaini terjadi pergantian Dinowo, tahun 1975 bapak Dulgani digantikan oleh Bapak Sahir sebagai Kamituwo Dukuh Sumberjo, tahun 1982 Bapak Djumanu digantikan oleh Bapak Wagiyo karena Bapak Djumanu mengikuti Program Transmigrasi ke Kalimantan Tengah, sedangakm Dinowo Payaman Bapak Usman diganti oleh Bapak Sukirmin yang kemudian pada tahun 1980 mengundurkan diri dan diganti oleh Bapak Subari. Dinowo Dukuh Sumberjo Kulon pada tahun  1980 diganti oleh Bapak Sumardi. Tahun 1972 Kamituwo Melik mengundurkan diri dari jabatanya karena usianya yang sudah lanjut kemudian digantikan oleh bapak Kayun.

Untuk menjalankan roda pemerintahan Kepala Desa dibantu oleh kader Pembangunan Desa yaitu Bapak Mintoro, namun pada tahun 1975 beliau meninggalkan Desa kemudian jabatanya digantikan oleh Bapak Sarpan, sedangkan Carik dibantu oleh seorang Cemendi bernama bapak Nrimo, namun pada tahun 1975 beliau meninggalkan desa dan pergi ke Sumbawa yang kemudian digantikan oleh Bapak Misbah Dulgani.

Dengan berlakunya Undang-undang No.5 tahun 1979 tentang Pemerintahan Desa, maka susunan personil Perangkat Desa mulai ditata dan istilah Kamituwo dirubah menjadi Kepala Dusun, Carik dirubah menjadi Sekretaris Desa dan seterusnya.

      Pada tahun 1982 susunan perangkat tersusun sebagai berikut :

      a. Segi Wilayah / Lapangan                      : 1. Kepala Dusun Sumberjo : P.Sahir

                                                                              Pembantu Kepala Dusun

                                                                              - P.Wagiyo

                                                                              - P.Adam

                                                                              - P.Mujahin

                                                                              - P.Mistari

                                                                        2.  Kepala Dusun Melik : P. Kayun

                                                                             Pembantu Kepala Dusun :

                                                                             - P.Sukardi

b.   Segi Sekretariat:

      - Sekretaris Desa                           : Moh. Tohir

      - Kaur. Pemerintahan                    : Haerudin

      - Kaur. Pembangunan                   : Moh. Sarpan

      - Kaur. Umum                               : Misbah Dulgani

      - Kaur. Keuangan                          : Sahir (merangkap Kepala Dusun)

      - Kaur. Kesra                                 : Mujahin (merangkap pembantu Kasun.)

Pada tahun 1985 diadakan seleksi uijian Perangkat Desa bertempat di Balai Desa Benculuk, semua peragkat diwajibkan untuk mengikuti dan yang lolos ujian sebagai berikut:

      - Kepala Dusun Sumberjo             : Sahir

      - Kepala Dusun Melik                   : Kayun

      - Sekretaris Desa                           : Moh. Sarpan

      - Kaur. Pemerintahan                    : Haerudin

      - Kaur. Pembangunan                   : Suparjo

      - Kaur. Keuangan                          : Sukardi

      - Kaur. Kesra                                 : Subari

      - Kaur. Umum                               : Misbah Dulgani

Pada tahun 1986 Bapak H.Zaini meninggal Dunia, selanjutnya diangkat Moh. Sarpan sebagai Pejabat Sementara Kepala Desa dari tahun 1986-1988, sedangkan susunan Perangkat Desa tidak berubah.

Pada tahun  1988 dilaksanakan pemilihan Kepala Desa yang pertama dalam rangka pelaksanakan Undang-undang No.5 tahun 1979 diikuti oleh dua calon yaitu : H. Musthofa Sidik dan Sutari Afandi. Dari kedua calon tersebut yang terpilih menjadi Kepala Desa Saudara Sutari Afandi dan dilantik pada tahun 1989.

Dalam masa kepemimpinan Kepala Desa Bapak Sutari Afandi Desa mengalami kemunduran, susunan perangkat banyak yang diganti dan pelaksanakan pembangunan tidak nampak, sekretaris desa diganti Saudara Nurhadi, dan banyak perangkat desa lainya yang diganti, diantaranya :

1. Sukardi

2. Sahir

3. Subari

Melihat luas wilayah dan kepadatan penduduk Dusun Sumberjo pada tahun 1991 Dusun Sumberjo dipecah menjadi dua dusun sesuai dengan Surat Keputusan Bupati Banyuwangi No. 134-1991, yaitu Dusun Sumberjo sebagai dusun induk dan Dusun Bongkoran sebagai dusun pecahanya. Kepala Dusun Sumberjo Saudara Misbah Dulgani sedangkan Kepala Dusun Bongkoran Saudara Sugiyo.

Pada tahun 1998 masa jabatan Saudara Sutari Afandi habis, kemudian masih melakukan tugas Pj. Kepala Desa sampai tahun 1999. Pada tahun 1999 tepatnya tanggal 18 Februari 1999 dilangsungkan pemilihan Kepala Desa yang kedua kalinya. Pemilihan tersebut diikuti oleh empat calon, yaitu :

1. H. Musthofa Sidik

2. Kayun

3. H. Nursyamsi

4. Musairi

Dari hasil pemilihan tersebut terpilih P. Musairi sebagai Kepala Desa yang dilantik pada tanggal 29 April 1999.

Pada masa Pemerintahan Kepala Desa P. Musairi, susunan anggota perangkat desa sebagai berikut :

A. Sekretariat :

      - Sekretaris Desa                           : Nurhadi

      - Kaur. Pemerintahan                    : Haerudin

      - Kaur. Pembangunan                   : M. Buchori

      - Kaur. Kesra                                 : Wagiran

      - Kaur. Keuangan                          : Nur Aini

      - Kaur. Umum                               : Purwati.

B.  Tekhnis / Lapangan

      - Kepala Dusun Sumberjo             : Sumardi

      - Kepala Dusun Bongkoran          : Supriyadi

      - Kepala Dusun Melik                   : M. Khaerudin

Pada masa kepemimpinan Bapak Musairi, desa Parijatahwetan mengalami kemajuan yang cukup pesat, utamanya dibidang pembangunan. Hubungan Kepala Desa dengan Pemuka Masyarakat, Tokoh Agama, BPD, LPMD cukup harmonis sehingga pelaksakan pembangunan yang diprogramkan oleh Desa berjalan dengan baik dan lancar. Kegiatan kepemudaan seperti kegiatan olahraga, keagamaan, Gotong Royong masyarakat sangat diperhatikan.

Untuk memperlancar pelayanan terhadap masyarakat pada tahun 2004 dengan Peraturan Desa nomor 2 tahun 2004 Dusun Sumberjo dan Dusun Melik dipecah menjadi 2 Dusun, yaitu :

1.   Dusun Sumberjo sebagai dusun induk, Kepala Dusun tetap dijabat oleh Sumardi. Sebagai pecahanya Dusun Parirejo dengan Kepala Dusun Haeroni.

2.   Dusun Melik sebagai dusun induk, Kepala Dusun tetap dijabat oleh M. Khaerudin. Sebagai pecahanya Dusun Sidorejo dengan Kepala Dusun Pramuji.

Struktur Pemerintahan Desa dan susunan perangkat Desa tetap.

Pada tahun 2006 masa jabatan Bapak Musairi alis H. Ahmad Musairi habis, kemudian pada pemilihan Kepala Desa beliau terpilih kembali menjadi Kepala Desa dan dilantik pada tanggal 19 September 2007 dengan masa jabatan Enam Tahun.

Demikian asal usul Desa dan sejarah Pemerintahan Desa Parijatahwetan yang dapat disajikan dalam dokumen RPJMDes ini, mudah-mudahan bisa menjadi pengalaman khususnya bagi generasi muda untuk membangun Desanya.

Contact Details

  Alamat :   JL. Prajurit Syakur No 01 Desa Parijatahwetan Kec. Srono
  Email : parijathwetan.desa@gmail.com
  Telp. : 0333 634685
  Instagram : ds.parijatahwetan
  Facebook : Kantordesa Parijatahwetan
  Twitter :


© 2019,   Web Desa Kabupaten Banyuwangi